maka dari itu, tokohnya nama anime ^.~
RISALAH HATI
Jam 8 malam komputerku menyala, aku Log In facebook-ku yang selama ini aku gunakan untuk chatting dengan teman dunia mayaku. Kulihat salah satu nama grup facebookku dan ku lihat wall salah satu grupku. Karena keinginan ku ingin mencari teman, aku pun ngepost nomor handphone-ku di wall grupku. Dan akhirnya niat ku tersebut berbuahkan hasil. Aku mendapatkan seorang teman yang baru kukenal.
“Hai ^.^ kamu Hanazono Karin ya?” katanya lewat SMS.
“iya.. siapa ya?” balas ku.
“Kujyou Kazune. Salam kenal ya ^.^” balasnya lagi.
“hhm.. Kajune? Dapat nope ku drmn?”
“hei! Kamu kan yang nyantumin nomor mu di GaJepOL??”
“eh? Iya.. kamu member GaJepOL??”
“iya ^_^”
“ohh.. salam kenal yaa :)”
Begitulah isi SMS antara aku dengan Kazune. Ternyata Kazune adalah siswa kelas 3 di Sakura Gaoka. Ia lahir pada tanggal 25 Mei 1994. Sejak saat itu aku dan Kazune mulai akrab. Sampai-sampai kami memiliki julukan masing-masing. Aku si Pesek Karin, sedangkan Kazune adalah si Bawel. Sampai pada akhirnya Kazune menyatakan cinta kepadaku, tanpa pikir panjang lagi aku pun menerimanya. Karena menurutku, aku sudah cukup akrab dengannya.
3 bulan sudah berlalu tanpa ada masalah. Aku sangat mencintai Kazune. Kazune selalu ada disaat aku membutuhkannya. Tapi, sayang. Cinta ku dan Kazune terpisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Aku tinggal di Kyoto. Sedangkan Kazune di Tokyo. Tetapi, itu bukan masalah bagi kami. Bertatap muka antara aku dan Kazune tidak lah terlalu penting. Karena, aku selalu melihat foto-nya dijejaring facebook milikku.
Kazune yang baru saja menamatkan Sekolah Menengah Atas-nya memilih untuk melanjutkan kuliah disalah satu Universitas di Tokyo. Aku selalu mendukungnya disetiap kegiatan positif yang Kazune lakukan. Setelah melewati masa pendaftaran, Kazune akan mengikuti OSPEK dikampusnya. Ia memilih jurusan bahasa asing yaitu Bahasa Inggris.
“Pesek, besok bawel ikut ospek.. mohon doanya supaya bawel gak kenapa-napa :)” kata Kazune lewat SMS.
“iya bawel ku.. pesek selalu mendoakan bawel kok.. apapun dan kapanpun asalkan itu yang terbaik buat bawel..” balas ku.
“makasih ya pesek sayang :)”
“oh iya bawel.. hhmm... disekolah Karin lagi banyak ulangan.. jadi tiap malam Karin enggak bisa smsan..” kataku dengan kecewa.
“gak apa-apa kok sayang :) belajarlah dengan rajin dan jadilah bintang dikelasmu” kata-kata itu merupakan penyemangat bagiku.
Malam pun berlalu. Pagi pun siap menyambut hari ku. Selama 5 hari Kazune mengikuti OSPEK. Dan selama itu pula aku akan menjalani hari-hariku tanpa dirinya. Ya. Sejak Kazune mengikuti OSPEK, hubungan antara aku dengan Kazune menjadi jauh. Tidak seperti kekasih. Malah seperti teman baru kenal. Awalnya aku mengira Kazune terlalu sibuk dengan kegiatannya. Namun, kenyataannya lain dari apa yang aku bayangkan. Sungguh ini diluar dugaanku. Hatiku hancur setelah mendapat gosip dari temannya Kazune kalau Kazune sudah memiliki kekasih baru ditempat kuliahnya. Aku tak menyangka dia seperti itu.
“Imouto-chan,, tadi pagi aniki liat Kazune berpelukan ma cewek laen di kampus,, pas aniki nanya ma yang lain,, tuh ceweknya si Kazune.. katanya sih gitu..” kaat Jin Kuga.
“serius?! Hah... aniki bercanda niihh... imo tau aniki pasti mau ngerjain imo niihh” balas ku tidak percaya.
“astaga, imo!!! Gue serius!!!”
“kapan aniki liat dia gandengan ma cewek laen?”
“tadi pagi pas kuliah”
“apa buktinya???!!”
“ya ampun, imo.. tunggu, ntar gue kirim fotonya! Gue sempet moto biar imo bisa tau Angga tuh gimana!”
“cepat ya, aniki!”
10 menit kemudian, 1 MMS datang ke hp-ku. Setelah ku download fotonya, ternyata benar apa yang dikatakan aniki. Kazune berpelukan mesra dengan cewek yang enggak ku kenal. Setega itukah dia kepadaku?!! Kazune sudah berubah. Dia menjadi tidak peduli dengan ku lagi. Bahkan kami tidak pernah ada komunikasi lagi. Namun, aku tetap mencintai Kazune. Aku memilih untuk mempertahankan hubungan ku dengan Kazune. Walaupun Kazune bermain dengan cewek lain dibelakangku.
Hari demi hari ku lewati dengan kehampaan. Hatiku hancur ketika aku mengenang Kazune yang telah meninggalkanku. Aku seperti tidak semangat untuk melewati hari-hariku. Kazune yang selalu ada disaat aku membutuhkannya sekarang hanya tinggal kenangan. Kejadian itu berdampak sangat besar pada nilai sekolahku yang menurun drastis. Aku yang biasanya selalu aktif dalam kegiatan belajar kini tak pernah mengikuti proses belajar-mengajar lagi. Badanku saja yang ada didalam ruangan kelas tetapi pikiranku entah kemana perginya. Sungguh itu membuatku kehilangan arah.
3 minggu kemudian, aku mulai menyadari perubahan yang terjadi pada ku. Aku sadar bahwa aku tidak boleh terus-terusan berada dalam keterpurukan. Aku mulai mencoba kembali menjalani hidupku seperti biasanya tanpa ada seorang Kazune disisiku. Sampai pada suatu sore, aku berangkat dari rumah untuk pergi ketempat biasa aku kursus. Karena besok aku ada ulangan. Handphone alias hp punya ku disita oleh guru kursus ku. Guruku tau bahwa aku selalu online tiap belajar.
“Karin, pinjam ibu hp-nya nak!” panggil Bu Athena atau biasa dipanggil Bu A-tan meminta hp-ku
“Buat apa bu??” jawabku penasaran
“pinjam sebentar!!” aku pun memberikan hp-ku kepada Bu A-tan dengan perasaan was was.
“Hp ini ibu ambil untuk sementara supaya kamu fokus kepelajaran!” kata Bu A-tan dengan nada tinggi.
Pada saat itu, aku mulai fokus untuk belajar! Sampai-sampai jam dinding siap untuk menunjukkan angka 9 malam. Sungguh diluar dugaanku! Kazune yang tidak pernah memberikan kabar lagi kepadaku kini mengirimkan sms kepadaku! Tapi sayang aku tak dapat membalasnya dan ketika aku mencoba untuk mereply sms-nya, Kazune sudah tidak memperdulikan aku lagi. Aku kembali muram. Sampai dirumah aku tidak bisa tidur. Didalam pikiran hanya ada ‘Kazune’.
Keesokan harinya, Kazune menelponku. Namun...
“aku mau kita putus”
“aku ada salah apa?? Apa kamu gak sadar udah ninggalin aku dan memilih cewek lain kuliah ituu??” balas ku dengan penuh emosi.
“kamu gak ada perhatian lagi sama aku. Kemarin aku sms kamu tapi gak ada balasan”
“bukannya sudah ku katakan! Karin banyak ulangan jadi tiap malam aku gak bisa nemenin kamu..atau itu hanya alasan kamu saja supaya kamu bisa berduaan dengan selingkuhan kamu itu??? Tolong... mengertilah...”
“selingkuh? Bukan! Aku enggak selingkuh! Karin,, dengerin dulu.. aku mutusin kamu karena kamu enggak ada perhatian lagi sama aku..”
“apa?! Masih juga nyari alesan lain?? Kalau kamu memang suka sama cewek itu, mendingan kamu cepat-cepat jauh dari aku dan jangan pernah sms atau chatting dengan aku lagi! TITIK!”kata ku emosi dan mengakhiri pembicaraan. Saat itu aku tak kuasa tuk menahan air mata yang mengalir sudah dipipi tembemku. Aku seperti cewek bodoh yang mencintai cowok super egois seperti Kazune. Entah kenapa sosok Kazune susah untuk dilupakan.
Satu bulan telah berlalu. Kini, aku bisa menjalani hari-hariku seperti biasanya. Tiap masuk kelas, aku selalu teriak tak tentu arah supaya teman-teman bisa semangat. Dan juga kebiasaaanku untuk melakukan sesuatu yang konyol. Semua itu kulakukan untuk menghibur diriku sendiri dan orang-orang disekitarku. Aku tidak ingin mereka sedih sepertiku. Mereka senang, aku juga senang. Malam harinya ada SMS datang. Ternyata, SMS itu dari Michiru, mantanku! Perasaaan bersalahku datang karena dulu aku pernah khianatin Michi demi Kazune.
“hei.. Karin” katanya lewat SMS
“iya.. hai” balasku singkat
“gimana dengan Kazune?”
“udah 1 bulan aku putus ma dia”
“owh.. kamu masih sayang ma dia?”
“iya.. begitulah.”
“owh.. mau aku bantu?”
“bantu apa?” tanya ku keheranan.
“ngelupain si Kazune”
“caranya?”
“kita balikan aja”
“nggak.. aku takut kamu sakit hati lagi, Michi.”
“nggak apa-apa... anggap aja ini Cuma latihan buat ngelupain si Kazune”
“ngg... makasih ya, Michi. Aku tau kamu tuh baik. Tapi, aku nggak mau kamu sakit karna aku tuk kedua kalinya.. lagipula disana kan masih banyak cewek yang lebih baik daripada aku..”
“but, aku sayang kamu, Karin. Aku tau kamu masih menyukai Kazune. Tapi, aku selalu menunggu kamu tuk kembali menyukai ku lagi!”
“nggak, Michi. Aku nggak bisa... bukannya aku enggak ngertiin perasaan kamu.. oke. Aku ngerti perasaan kamu. Tapi, pliss.. kamu harus ngertiin aku juga... maafin aku, Michi.”
“owh.. gitu.. ya sudah... gak apa-apa. Makasih yaa..”
Aku tau Michi pasti kecewa dan sedih. Tetapi, aku masih menyukai Kazune. Itulah alasanku untuk tidak CLBK sama Michi. Namun, setelah kejadian itu komunikasi anatar aku dengan Michi tetap berjalan dengan lancar. Dan hari-hariku berubah secara perlahan-lahan menjadi lebih cerah kembali.
3 tahun kemudian. Sudah saaatnya aku mencari sebuah Universitas untuk kuliahku nanti. Entah kenapa hatiku kepingin masuk ke Universitas of Tokyo dengan jurusan Bahasa Inggris. Sepertinya aku akan mengikuti jejaknya si Kazune. Pada saat OSPEK, ada salah satu seniorku yang menurutku sudah tidak asing lagi wajahnya. Namun, aku nggak tau siapakah dia? Kebetulan dia datang mengahampiriku.
“kamu.. Karin?” tanya senior itu dengan yakin.
“iya,kak..” balasku singkat. Tiba-tiba, senior itu menarik tanganku dan membawaku keluar dari kampus.
“Karin... pesek” kata senior itu sambil memelukku. Mendengar itu, aku jadi terkejut! Ternyata..
“kamu!”
“udah lama gak ada kabar” balasnya sambil tersenyum.
“i...iya....” Jawabku terbata-bata. Perasaan sukaku mulai muncul lagi dihatiku. Kazune! Itulah dia!
“hei.. jangan kaku gitu dong!” kata Kazune. Aku jadi teringat penyebab aku putus dengan Kazune.
“ng.. ano.. senpai….. gimana dengan cewek itu? Moga langgeng yah..” kataku dengan nada lemes dan wajah menunduk. Aku nggak berani melihat Kazune. Tak sadar air mataku sudah menetes dipipiku.
“he.. hei.. Karin.. dengerin penjelasanku dulu..” kata Kazune sambil mengelus-elus rambutku.
“penjelasan apa lagi?” kepalaku semakin menunduk.
“Karin....” Angga pun memelukku lagi. Dari dulu, aku selalu kepingin dipeluk sama Kazune. Dan sekarang Kazune memelukku. Namun, aku berpikiran Kazune memilik pacar, aku berusaha untuk melepaskan Kazune. Tetapi, Kazune tetap saja memelukku.
“Pesek.. jujur aku nggak pernah selingkuh..”
“jadi? Kata Jin nii-chan,, senpai selingkuh! senpai berpelukan dengan cewek lain!”
“Kuga?? Jadi, Kuga dibalik semua ini??? Kurang hajar tuh anak!!” kata Kazune kesal.
“loh? Emang kenapa?” tanyaku polos.
“Karin.. ku jelasin ya.. hmm.. mendingan kita duduk dibawah daripada berdiri gini entar capek..” aku dan Kazune pun duduk diatas Aspal tepat didepan pagar kampus.
“cewek yang kamu tuduh selingkuhan aku, tuh Himeka. Dia sepupu aku dari Inggris. Dia kesini karena ada tugas kuliahnya. Pas aku jemput Hime, Kua suka sama Hime. Tapi dia enggak tau kalau Hime tuh sepupu aku. So, tentu aku dan Hime pasti dekat sampai-sampai Kuga mengira aku berpacaran dengan Hime. Karena dia cemburu, dia ngelapor padamu, pesek. Dia pasti mau balas dendam. Padahal aku dan Hime Cuma sepupu!” jelas Kazune.
“ooh.. jadi..... apa?” tanyaku polos lagi.
“Karin.. aku masih sayang sama kamu.. sampai kapanpun.” Kata Kazune sambil memelukku lagi. Kali ini pelukannya lebih erat daripada pelukan sebelumnya.
“Senpai... Karin juga.. masih sayang sama senpai. Dari dulu sampai sekarang. Selama 3 tahun, senpai gak pernah pergi dari pikiran ku” balasku sambil membalas peluk.
“Karin, beneran masih sayang aku?” tanya Kazune. Kali ini, dia melihat mataku dengan serius.
“iya .. aku sayang sama Kazune. Sejauh apapun, sedekat apapun, sesibuk apapun Kazune, aku masih sayang sama kamu” kataku sambil melihat mata Kazune dan tersenyum manis.
“Karin.. mau jadi pacar ku lagi?” mendengar itu aku menjadi terkejut! Terkejut bahagia! Spontan aku menjawab iya!
“iya! aku mau!!” kataku dengan semangat.
“hahahaha Karin Karin .. kamu nggak pernah berubah ya. Tetap lucu. Thank you, honey.” Kata Kazune sambil menggenggam tanganku.
Akhirnya aku kembali bahagia. Ternyata usaha ku tidak sia-sia. Kazune yang selama ini kupikir dia adalah playboy ternyata tidak. Oh, Megami, aku sangat berterima kasih kepadamu. Engkau telah mempersatukan kami kembali. Thanks God.
0 komentar:
Posting Komentar